#jelajahkopinusantara: Kopi Pulu-Pulu Toraja, Arabika Khas Toraja Utara

#jelajahkopinusantara: Kopi Pulu-Pulu Toraja, Arabika Khas Toraja Utara

 

𝐓𝐎𝐑𝐀𝐉𝐀 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐩𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐧𝐢𝐤𝐦𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐥𝐨𝐬𝐨𝐤 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐝𝐢𝐣𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐡𝐢 ☕

Salah satunya yang menarik adalah “Kopi Pulu Pulu” dari Desa Pulu Pulu Toraja Utara, yang kerap dijuluki sebagai kopi ternikmat dari Tana Toraja, siapa yang sudah pernah coba?

Salah satu kopi dari Toraja Utara yaitu Kopi Pulu Pulu, masih belum banyak diketahui para pencinta kopi. Dijuluki sebagai “Kopi ternikmat dari Toraja”, Kopi Pulu Pulu berasal dari desa Pulu Pulu yang merupakan desa dengan letak tertinggi di Toraja Utara sekitar 2000 – 2400 mdpl. Akses menuju desa Pulu Pulu sendiri masih berbentuk offroad dengan jalan tanah berlumpur dan bebatuan. Karena letak desanya yang tinggi di atas perbukitan maka seringkali pula para petani melewati lembah dan jurang di kiri kanan jalan tanpa akses mobil untuk menghantarkan hasil panen kopi ke kota.

Aluk Coffee Farming & Roastery, salah satu brand kopi asal Toraja yang kerap kali memperkenalkan nikmatnya cita rasa khas Toraja, tidak hanya di pasar lokal namun juga mancanegara. Berdiri sejak tahun 2018; kualitas, transparansi hingga konsistensi rasa merupakan prioritas utama yang selalu dijaga.

 

Sekilas Tentang Petani Kopi Di Tana Toraja

Jenita atau yang kerap dipanggil Jen, founder dari Aluk Coffee dan PT Lebang Indokopi Toraja adalah a farmer lady (italic) dari Toraja. Memulai karirnya di dunia kopi mengikuti background keluarganya yang adalah petani, Jen lahir dan besar di Toraja yang mana sejak kecil kopi merupakan tanaman yang tidak asing baginya karena kerap kali ia temukan di halaman belakang rumahnya.

“Berkecimpung di dunia kopi change my life, saya sangat enjoy dan lebih bahagia karena dekat dengan keluarga, teman-teman, dan dekat dengan alam”.

Cita-cita saya adalah membuat petani Toraja lebih baik lagi, baik dari segi edukasi dan fasilitas. Besar harapan saya tentunya agar pemerintah lebih memperhatikan para petani kopi di Toraja karena saat ini kondisi akses seperti jalanan masih sangat kurang. Jika para petani dapat difasilitasi dan diberikan edukasi dengan baik tentunya kopi Toraja dapat lebih maju lagi dan bahkan bersaing di dunia internasional.

Tantangan nyata yang banyak dihadapi oleh petani desa Pulu-pulu serta mayoritas petani di Toraja adalah akses plantation yang masih belum memadai hingga ke fasilitas, sehingga tak heran jika harga kopi Toraja lebih mahal dipasaran. Dari segi rasa, kopi Toraja memang tak diragukan lagi nikmatnya namun minimnya edukasi ke para petani untuk menjaga konsistensi dan kualitas kopi menjadi tantangan tersendiri agar kopi Toraja dapat bersaing di dunia internasional.

INGIN NYOBAIN GIMANA SIH RASANYA KOPI KHAS TORAJA ATAU KAMU INGIN AJAK MEREKA UNTUK KOLABORASl?KAMU SISA HUBUNGI LANGSUNG JENITA DARI ©️ALUKCOFFEE  di +62812-8921-0028

Share cerita petani kopi ini supaya kopi lokal makin dikenal. Berawal dari langkah kecil kamu bisa membantu perekonomian para petani kopl dan warga di Toraja.

No Comments

Post A Comment